|
Bung Max,
Mungkin kita perlu melihat data historis terlebih dahulu. Jangan terburu2 terpana dengan kutipan2 lepas dari para pakar seperti itu, tanpa mengetahui argumentasi mereka seperti apa.
Sebenarnya dari penjelasan anda di atas, ada kesimpulan sederhana yang saya bisa ambil, yaitu Injil-Injil tidak ditulis pada abad pertama, tetapi sesudah abad pertama. Injil-Injil itu merupakan tulisan-tulisan 'pseudographia' (tulisan2 dengan nama orang lain).
Pertanyaan yg kita perlu ajukan adalah apakah benar demikian? Apakah bukti2 menunjukan demikian?
Memang benar, nama2 Injil-Injil itu baru ada pada manuskrip2 lebih muda. Tetapi apakah itu menunjukan bahwa Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes bukan penulis Injil? Saya pikir mungkin tidak harus demikian kesimpulannya.
Irenaeus yang hidup pada pertengahan abad ke-2 (130an), pernah menulis "sekarang Matius mempublikasikan juga sebuah kitab Injil di antara orang-orang Ibrani dalam dialeknya sendiri, sementara Petrus dan Paulus berkhotbah di Roma dan mendirikan gereja di sana." Jika Irenaeus telah mengenal Injil ini, itu berarti bahwa dokumen ini sudah cukup beredar dan dikenal oleh orang-orang Kristen pada waktu itu. Ingat pada waktu itu mereka belum ada Internet atau mesin fotocopy atau fax atau telpon, jadi penyebaran suatu dokumen tidak akan secepat yang kita bayangkan sekarang. Jika demikian, maka sudah tentu kemungkinan paling besar Matius sudah ada sejak sekitar abad pertama. Menariknya Injil Matius juga sudah dikutip oleh Ignatius yang hidup sekitar tahun 100an. Selain itu, dokumen Kristen kuno 'didache'pun (akhir abad I, sekitar tahun 95an) sudah memuat kutipan2 dari Injil Matius. Itu berarti tidak mungkin Matius ditulis pada abad kedua.
Memang nama Injil itu baru diberi pada abad kedua atau ketiga. Tetapi itu hanya sekedar nama sebuah dokumen. Dokumen itu sendiri sebenarnya sudah ditulis sejak abad pertama. Bagi saya, nama itu merupakan pengakuan gereja akan tulisan tersebut.
Saya tidak mungkin mendiskusikan satu per satu penulisan Injil-Injil, tetapi kasus Injil Matius ini menunjukan bahwa sebenarnya kesimpulan2 para pakar perlu untuk kita kaji secara kritis dan terbuka.
Dari bacaan2 saya, saya melihat bahwa hanya sedikit saja (minoritas) pakar PB yang percaya bahwa Injil-Injil kanonik ditulis sesudah abad pertama. Mayoritas mereka percaya bahwa the gospels are first century documents.
Perdebatan yang lebih seru di antara para pakar Perjanjian Baru sebenarnya bukan apakah Injil-Injil ini ditulis abad pertama atau kedua. Para pakar banyak yang mempertanyakan apakah benar gambaran-gambaran Yesus dalam Injil-Injil sama dengan pribadi historical Jesus yang hidup pada permulaan abad pertama itu?
blessings,
ET
|